Notice: Undefined property: YjsgCheckBrowser::$Name in /home/suryadsg/public_html/templates/suryadesain/yjsgcore/yjsg_core.php on line 338

Notice: Undefined property: YjsgCheckBrowser::$Name in /home/suryadsg/public_html/templates/suryadesain/yjsgcore/yjsg_core.php on line 341

Notice: Undefined property: YjsgCheckBrowser::$Name in /home/suryadsg/public_html/templates/suryadesain/yjsgcore/yjsg_head.php on line 213
KEHARMONISAN HUNIAN DENGAN ALAM

KEHARMONISAN HUNIAN DENGAN ALAM

5

Keharmonisan

HUNIAN DENGAN ALAM

 

Rumah Peristirahatan yang berlokasi di antara rumah-rumah penduduk dan kebun bunga di cibodas ini memeberikan ketenangan dan kenyamanan yang menyatu dengan keindahahan alam pegunungan.

KAWASAN PUNCAK, Jawa Barat memang terkenal sebagai daerah tujuan wisata yang dekat dengan ibukota. Pegunungan hijau, uarsejuk dan  lingkungan yang jauh dari hirukpikuk, merupakan hal yang menarik bagi warga   kotabesarseperti Jakarta dan sekitarnya untuk membangun villa di area tersebut. Salah satunyaadalah rumah peristirhatan yang akan kami bahas ini sebagai bahan referensi dan inspirasi, rumah peristirahatan ini memiliki keunikan tersendiri. Keunikan itu terlihat pada pintu masuk yang di rancan gmenyatu dengan permukiman penduduk. Selain itu saat memasuki komplek seluas 1 hektare ini kita dapat merasakan ketenangan dan kenyamanan si lingkungan yang indah.

Kompleks ini merupakan hasil kerja sama antara pemilik dengan kami yang berusaha  mewujudkan keinginannya yang besar membangun lahanya yang luas sebagai tempat perisitahatan bagi keluarga dan kerabat serta tempat meditasi yang dapat di dinikmati oleh masyarakat umum. Selain itu pemilik yang menyukai keluruhan arsitek indonesia serta keberagaman kerajinan tangan tradisional ini juga menikmati hal tersebut di rumsh perisirahatannya.

Dalam hal ini pemilik dapat banyak memberikan kebebasan bagi arsitek untuk mengembangkan ide desainya dan bersama sama mencari furnitur dan aksesori yang sesuai dengan minat dan persepsi mereka.

5

 

5

Arsitek membagi kompleks ini jadi tiga zona yang berbada , yaitu ona utama untuk tempat tinggal pemilik,zona pendukung untuk tempat menginap para kerabat dan zona khusus untu spritual yang bersifat komersial. Setiap zona terdiri dari fungsi-fungsi yang lengkap seperti ruang duduk , ruang makan, kamar tidur, kamar mandi dan teras / balkon. Disamping itu seriap zona dilengkapi oleh ruang terbuka berupa area kolam renang privat di zona utama,area kolam hias dan pendopo di zona pendukung serta lapangan di zona khusus wujud bangunannya di utamakn mengacu pada prinsip bangunan modern tropis.

Contohnya, bentuk atap dan teritis dominan, deretan jendela pintu yang lebar, stuktur balok kolom dan material alami yang di ekspos. Untuk zona utama dan zon pendukung, arsitek mengadopsi  tata ruang dalam arsitektur jawa yang susunan bangunannya simetris. Hal ini di tunjukan dengan posisi bangunan utama dibsgisn belakang lahan, bangunan pendopo di tengah bangunan dan bangunan pendukung di  ldepan. Desainnya pun di sesuaikan dengan kondisi lahan berkontur yang  makin rendah ke arah belakang. Misalnya , bangunan pendukung pendukung di rancang dua lantai dengan memanfaat kan lahan yang terjal tanpa perlu melakukan proses cut and fill.

5

Wujud setiap unit bangunan menyerupai rumah panggung dengan atap joglo dan jendela-pintu kaca yang lebar ssehingga dapat leluassa memandang ke arah luar. Ornamen dekoratif khas arsitektur jawa pun dibuat lebih sederhaana bahkan pendopo di tengah lahan meruppakan rumah asli berusia pulhan tahun yang di boyong khusus dari Jawa Tengah. Khusus pada bangunan pendukung , arsitek membuat menzanin untuk kamar tidur tambahan . Material  banguna di dominasi oleh bahan alami seperti kayu ulin dan kayu sonokeling untuk kontruksi menzanin , tangga dan teritis.

5

Untuk Desain interiornya, arsitek dan pemilik menerapkan gaya etnik elektrik  dlam pilihan furniturdan aksesori yang kental baik dengan ornmen benda seni antic maupun benda seni modern sehingga ruangan terasa “hidup”. Contohnya, lima buah kamar tidur pada bangunan pendukung ditata dengan tema Indochine yang berbeda-beda , seperti tem Burma, zen Jepang, Thailand dan Indonesia. Setip kamar menonjolkan warna , motif , dan tekstur yang berbeda sesuai dengan temanya. Pada akhirnya , desainrumah peristirahatan ini berhasil menyerasikan alam dengan bangunan dan ruang dalam secara harmonis.

 

5

5

 

*Artikel ini dikutip dari Majalah Griya Asri

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Notice: Undefined property: YjsgCheckBrowser::$Name in /home/suryadsg/public_html/templates/suryadesain/layouts/yjsg_notices.php on line 16